Jakarta, Ancaman HIV-AIDS pada remaja masih sangat
serius. UNICEF menyebut secara global, HIV-AIDS merupakan penyebab
kematian nomor dua pada anak-anak berusia 10-19 tahun.
"Secara
global, AIDS masih menjadi penyebab kematian nomor dua untuk anak-anak
usia 10-19 tahun. Tetapi di Afrika, penyakit ini masih bertahan sebagai
penyebab kematian teratas," tutur Direktur UNICEF, Anthony Lake, dalam
konferensi internasional AIDS 2016 di Durban, Afrika Selatan.
"Meskipun
secara global proses penanganan pandemi HIV-AIDS sudah mengalami banyak
kemajuan, masih ada pekerjaan rumah terutama di Afrika untuk melindungi
anak-anak dan remaja dari infeksi, sakit dan kematian akibat HIV-AIDS,"
tambah Lake lagi, dikutip dari AFP.
Lake
menambahkan bahwa kematian akibat AIDS pada anak-anak usia 10-19 tahun
mengalami kenaikan dua kali lipat sejak tahun 2000. Setiap jam,
diperkirakan ada 29 anak terinfeksi HIV dari seluruh dunia. Jika
diperkirakan, 3 dari 4 kasus infeksi HIV baru merupakan remaja
perempuan.
Ditegaskan Lake, remaja perempuan merupakan yang
paling rentan, dengan persentase 65 persen dari setiap infeksi baru di
seluruh dunia. Hal ini terjadi di daerah sub-Sahara Afrika yang
merupakan populasi dari 70 persen pengidap HIV di seluruh dunia.
Survei
yang dilakukan UNICEF di 16 negara menyebut sekitar 68 persen dari
52.000 remaja tidak mau melakukan pemeriksaan HIV. Takut mendapat hasil
positif serta tingginya stigma sosial membuat mereka tidak mau melakukan
pemeriksaan HIV.
Meski begitu, Lake mengatakan ada beberapa
prestasi yang bisa dibanggakan. Salah satunya adalah menurunnya angka
infeksi ibu ke anak yang turun drastis sebanyak 70 persen dari tahun
2000. Selain itu, setengah dari kasus infeksi baru untuk anak di bawah
14 tahun hanya terjadi di 6 negara yakni India, Kenya, Mozambik,
Nigeria, Afrika Selatan dan Tanzania.
"Kemajuan yang kita capai
dalam tiga dekade terakhir tidak berarti perjuangan selesai. Perang
melawan AIDS belum berhenti sampai kita bisa meningkatkan pencegahan dan
pengobatan; sampai anak-anak muda tidak lagi ditolak mendapat
pengobatan; dan sampai stigma dan ketakutan untuk melakukan pemeriksaan
hilang dari masyarakat," tandas Lake.
source: http://health.detik.com/read/2016/07/18/113727/3255480/763/unicef-hiv-aids-masih-jadi-penyebab-kematian-teratas-pada-remaja-afrika
No comments:
Post a Comment